Indonesia Data LogoIndonesia Data

Skill Apa yang Benar-Benar Dicari Pasar? Ini 5 Kompetensi Paling Strategis di Indonesia 2026

A

Aryono Kurnianto

13 Februari 2026 · 2 menit baca

Skill Apa yang Benar-Benar Dicari Pasar? Ini 5 Kompetensi Paling Strategis di Indonesia 2026

Skill Apa yang Benar-Benar Dicari Pasar?

Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, pertanyaan paling krusial bukan lagi “skill apa yang menarik dipelajari?”, melainkan “skill apa yang benar-benar dibutuhkan pasar?”

Jika melihat berbagai laporan industri dan riset seperti dari World Economic Forum, ILO Indonesia, SMERU Research Institute, hingga laporan global seperti Future of Jobs Report 2023, ada pola yang sangat jelas: pasar bergerak ke arah kombinasi hard skill digital dan soft skill strategis.

Berikut lima kompetensi yang secara konsisten muncul sebagai prioritas.

  1. AI Literacy & Machine Learning

AI bukan lagi wacana masa depan—ia sudah menjadi kebutuhan hari ini. Menurut World Economic Forum – Future of Jobs Report 2023, AI dan machine learning termasuk dalam keterampilan dengan pertumbuhan tercepat secara global hingga 2030. Banyak posisi di Asia Pasifik diproyeksikan akan terpapar teknologi AI dalam proses kerjanya. 

Di Indonesia, kebutuhan akan AI engineer, machine learning specialist, dan data practitioner terus meningkat seiring adopsi otomatisasi, analitik prediktif, dan generative AI dalam bisnis. Skill seperti Python, TensorFlow, pemahaman Large Language Models (LLM), dan data pipeline menjadi semakin relevan—bahkan untuk peran non-engineering yang bekerja berdampingan dengan sistem AI. AI literacy kini bukan keunggulan. Ia mulai menjadi baseline.

  1. Data Analysis & Data Science

Ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Laporan ekonomi digital kawasan Asia Tenggara dari Google, Temasek, dan Bain secara konsisten menunjukkan Indonesia sebagai kontributor terbesar dalam ekonomi digital regional. Seiring pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan data analyst dan data scientist meningkat. Perusahaan membutuhkan talenta yang mampu menginterpretasi tren konsumen, mengoptimalkan strategi pemasaran, serta membuat keputusan berbasis data.

Skill yang dicari meliputi SQL, Python, R, data visualization tools seperti Tableau dan Power BI, serta kemampuan statistik terapan. Transformasi menuju data-driven decision making bukan lagi opsi, melainkan standar operasional modern.

  1. Cybersecurity

Seiring meningkatnya digitalisasi, risiko keamanan siber juga meningkat. Laporan industri keamanan siber dan berbagai publikasi kebijakan menunjukkan bahwa ancaman siber terhadap sektor publik dan privat terus berkembang.

Dalam konteks Indonesia, diskusi mengenai kekurangan tenaga ahli keamanan siber juga sering muncul dalam laporan kebijakan dan forum industri. Pemerintah dan perusahaan swasta membutuhkan tenaga yang mampu menjaga sistem, data, dan infrastruktur digital. Kompetensi seperti penetration testing, network security, risk assessment, dan compliance governance menjadi semakin bernilai. Dalam dunia yang semakin terhubung, keamanan menjadi fondasi. Cybersecurity bukan sekadar fungsi IT—ia adalah bagian dari manajemen risiko strategis.

  1. Digital Marketing & E-Commerce

Indonesia adalah salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan transaksi digital mendorong kebutuhan besar akan talenta di bidang digital marketing, performance marketing, marketplace management, dan growth strategy. Skill seperti SEO/SEM, social media marketing, content strategy, Google Analytics, paid ads optimization, serta pemahaman marketplace (Tokopedia, Shopee, dll.) menjadi sangat relevan. Perusahaan kini mencari marketer yang tidak hanya kreatif, tetapi juga data-driven. Mereka yang mampu menggabungkan kreativitas dengan analitik memiliki positioning yang lebih kuat.

  1. Project Management & Communication

Sering kali fokus hanya pada skill teknis, padahal soft skills justru menjadi pembeda di level manajerial. Menurut berbagai studi tenaga kerja global, termasuk temuan dari World Economic Forum, keterampilan seperti problem-solving, critical thinking, leadership, dan komunikasi tetap menjadi kompetensi inti yang dicari perusahaan.

Sertifikasi seperti PMP, Agile, atau Scrum menjadi nilai tambah terutama dalam lingkungan kerja digital yang kolaboratif dan lintas fungsi. Dalam banyak kasus, promosi tidak diberikan kepada yang paling teknis—melainkan kepada yang mampu mengelola tim, komunikasi, dan eksekusi proyek secara efektif.

Strategi Upskilling yang Terbukti Menghasilkan

Jika pola ini digabungkan, terlihat jelas bahwa pasar tidak hanya mencari satu jenis skill. Pasar mencari kombinasi:

  • AI & data literacy

  • Security awareness

  • Digital execution capability

  • Leadership & communication

Menurut berbagai laporan sepertiILO Indonesia – Future of Work Studies dan publikasi riset dariSMERU Research Institute, tantangan utama Indonesia bukan kekurangan peluang, tetapi kesenjangan keterampilan. Artinya, peluang ada. Tetapi tidak semua orang siap mengambilnya.

Data
data
skill
kompetensi
digital