Indonesia Data LogoIndonesia Data

Cuma 25 Menit! Ini Metode Manajemen Waktu Favorit Profesional Muda yang Bikin Kerja Lebih Fokus

G

Genta Ramadhan

13 Februari 2026 · 2 menit baca

Cuma 25 Menit! Ini Metode Manajemen Waktu Favorit Profesional Muda yang Bikin Kerja Lebih Fokus

Indonesia Data ·

Pernahkah Anda merasa hari kerja 8 jam terasa seperti 12 jam, tetapi pekerjaan yang selesai justru sedikit? Atau mungkin Anda sering lembur, namun produktivitas tidak benar-benar meningkat?

Anda tidak sendirian.

Konsep manajemen waktu modern sebenarnya bukan hal baru. Sejak awal abad ke-20, Frederick Winslow Taylor melalui konsep Scientific Management telah menekankan pentingnya optimalisasi waktu dan efisiensi kerja dalam meningkatkan produktivitas organisasi. Gagasannya menjadi fondasi awal manajemen produktivitas modern.

Namun di era digital, metode manajemen waktu yang paling populer di kalangan profesional muda justru datang dari pendekatan yang jauh lebih sederhana. Pada akhir 1980-an, Francesco Cirillo memperkenalkan teknik yang kini dikenal sebagai Pomodoro Technique. Menggunakan timer dapur berbentuk tomat (pomodoro dalam bahasa Italia), ia merancang sistem kerja fokus selama 25 menit diikuti istirahat 5 menit. Prinsipnya sederhana: bekerja dalam blok waktu pendek untuk menjaga konsentrasi dan energi.

Metode ini menjadi semakin relevan di era digital.

Budaya hustle culture dan tekanan untuk multitasking menciptakan generasi profesional yang merasa harus selalu “online” dan responsif. Ironisnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa multitasking justru menurunkan efektivitas kerja. Studi yang sering dikutip dalam literatur produktivitas menyebutkan bahwa perpindahan tugas secara terus-menerus dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan tingkat kesalahan secara signifikan. Bahkan laporan dari American Psychological Association menjelaskan bahwa task switching memiliki biaya kognitif yang nyata terhadap performa.

Lalu bagaimana kondisi produktivitas tenaga kerja Indonesia?

Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas tenaga kerja Indonesia pada 2023–2024 masih berada pada level yang relatif moderat dibanding beberapa negara ASEAN lainnya. Output per tenaga kerja memang meningkat dari tahun ke tahun, namun pertumbuhan produktivitas belum secepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Di sisi lain, laporan global seperti Deloitte Global Millennial Survey menunjukkan bahwa sebagian besar profesional muda secara global melaporkan tingkat stres dan tekanan kerja yang tinggi. Banyak di antara mereka merasa kewalahan dengan tuntutan pekerjaan dan ekspektasi produktivitas yang terus meningkat.

Kondisi ini memperlihatkan paradoks: teknologi semakin canggih, tetapi fokus semakin terpecah.

Di sinilah Pomodoro menjadi menarik.

Metode 25 menit bukan sekadar teknik manajemen waktu. Ia adalah cara untuk melatih ulang otak agar bekerja dalam satu fokus utama tanpa distraksi. Dalam konteks neuroscience, bekerja dalam interval pendek membantu menjaga atensi dan mencegah kelelahan kognitif yang berlebihan.

Jika dikaitkan dengan kondisi profesional muda Indonesia, peluang peningkatan produktivitas masih sangat besar. Banyak pekerja belum menerapkan sistem manajemen waktu terstruktur dalam keseharian mereka. Padahal, sistem sederhana seperti Pomodoro dapat membantu:

  • Mengurangi prokrastinasi

  • Membatasi distraksi digital

  • Meningkatkan sense of urgency

  • Menjaga energi mental sepanjang hari

Dalam ekonomi yang semakin berbasis pengetahuan, fokus menjadi aset.

Produktivitas tidak lagi tentang bekerja lebih lama, melainkan bekerja lebih dalam.

Jika 25 menit bisa meningkatkan kualitas fokus Anda, maka delapan sesi Pomodoro dalam sehari berpotensi menghasilkan output yang jauh lebih signifikan dibanding delapan jam kerja tanpa struktur.

Di tengah tuntutan profesional modern, pertanyaannya bukan lagi “Apakah saya sibuk?”, melainkan “Apakah saya benar-benar fokus?”

Karena dalam dunia kerja hari ini, yang menang bukan yang paling lama bekerja—tetapi yang paling mampu mengelola perhatian.

Data
#manajemen
#waktu
#profesional
#artikel
#data