Indonesia Data LogoIndonesia Data

Berapa Impact Upskilling ke Gaji? Ini Data & Fakta Pasar Kerja Indonesia 2026

A

Aryono Kurnianto

13 Februari 2026 · 2 menit baca

Berapa Impact Upskilling ke Gaji? Ini Data & Fakta Pasar Kerja Indonesia 2026

Berapa Sih Impact Upskilling ke Gaji?

Pertanyaan tentang upskilling hampir selalu berujung pada satu hal: apakah benar-benar berdampak pada gaji?

Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Namun jika melihat data, ada pola yang cukup konsisten. Laporan ECA International Salary Trends Report menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan proyeksi kenaikan gaji riil sekitar 4% lebih dalam beberapa tahun terakhir—salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.¹ Angka ini memang menggembirakan, tetapi perlu dipahami bahwa itu adalah rata-rata nasional lintas sektor.

Kenaikan rata-rata tersebut tidak terdistribusi merata. Sektor digital dan teknologi menunjukkan dinamika yang jauh lebih agresif dibanding sektor tradisional. Laporan rekrutmen dari berbagai konsultan global seperti Michael Page dan Hays secara konsisten menunjukkan adanya salary premium untuk posisi berbasis teknologi dan data.² ³ Profesi seperti data scientist, cloud engineer, DevOps engineer, dan AI specialist berada di salary band yang secara signifikan lebih tinggi dibanding rata-rata upah nasional.

Sebagai pembanding, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa rata-rata upah pekerja formal Indonesia masih berada pada kisaran beberapa juta rupiah per bulan.⁴ Sementara itu, peran digital dengan keahlian spesifik bisa berada pada kisaran ratusan juta rupiah per tahun pada level menengah hingga senior, tergantung pengalaman dan industri.

Di sinilah upskilling memainkan peran penting.

World Economic Forum dalam laporan Future of Jobs Report 2023 menegaskan bahwa keterampilan teknologi, analitik data, dan literasi digital akan menjadi penentu daya saing tenaga kerja hingga 2030.⁵ Perusahaan global juga mulai beralih ke pendekatan skills-based hiring, di mana kompetensi konkret lebih diperhitungkan dibanding sekadar gelar atau masa kerja.

Laporan Mercer tentang Global Talent Trends juga menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi strategi berbasis keterampilan cenderung lebih adaptif dan lebih efektif dalam mengembangkan talenta internal.⁶ Sementara itu, World Bank dalam laporan ekonomi Indonesia menekankan bahwa transformasi digital dan peningkatan keterampilan merupakan kunci penciptaan pekerjaan bernilai tambah tinggi di masa depan.⁷

Pada akhirnya, upskilling bukan jaminan instan untuk menjadi kaya. Namun data menunjukkan bahwa ia meningkatkan nilai tawar, membuka akses ke sektor dengan pertumbuhan lebih cepat, dan memperbesar peluang kenaikan kompensasi dalam jangka menengah.

Di pasar kerja modern, gaji mengikuti nilai. Nilai mengikuti keterampilan. Dan keterampilan adalah hasil dari keputusan belajar yang Anda ambil hari ini.

Jika tren ini terus berlanjut, pertanyaannya bukan lagi apakah upskilling berdampak pada gaji—melainkan seberapa cepat Anda ingin meningkatkan nilai Anda di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Data
upskilling
data
gaji
fakta
kerja
indonesia